Ippho Santosa :
Assalamualaykum warahmatulloh wabarakatuh
Selamat pagi teman2
Pagi ini kita akan membahas ilmu tentang
penghambat-penghambat rezeki. Kita sudah beberapa bulan membahas
mengenai percepatan, peningkatan dan pelipatgandaan rezeki. Nah,
sekarang tentang penghambatnya. Jadi kalau kita sudah berlari ke sini
(ke depan-pen) kalau balik lagi ke sini nih (mundur-pen) ya udah.. akhirnya nol lagi. Kita udah isi,
dengan berbagai macam ilmu dan amal, tapi kalau bocor lagi, habis dia!
Nah, inilah yang disebut dengan penghambat-penghambat rezeki. Apa saja? Ada banyak, Cuma kali ini kita akan bahas tiga saja. Seperti yang sudah saya sebutkan di buku saya, tiga diantaranya adalah dengki, dendam, dan dongkol (3D).
Coba sebutkan lagi! Oke, bagaimana rasanya, nggak enak kan? Jangankan
kita sampai memendam rasa tersebut, menyebutnya aja perasaan nggak enak.
Dengki ini, beneran bisa menghalangi rezeki kita, amal bisa hangus, rejeki bisa tertunda, potensi juga bisa ketutup. Lebih parahnya lagi, ternyata dengki bisa menyebabkan penyakit fisik bukan hanya penyakit hati. Jadi, parahnya luar biasa. Sebenarnya bukan orang lain yang menghalangi rezeki kita, tetapi dengki kita terhadap rezeki orang lain itulah yang menghalangi. Saya kenal dengan seorang temen, dia konsultasi ke saya.
“Mas, saya ada beberapa proyek, nilainya sekian
miliar, saya udah tandatangan dan dianya juga sudah tandatangan. Dah mau
jadi nih, tapi udah sekian bulan, itu proyek nggak cair-cair, nggak gol-gol, nggak jalan-jalan sampai sekarang. Kendalanya kira-kira dimana ya?”.
Saya bilang ma dia, “mungkin, mas punya sangkutan sama orang”, saya bilang kayak gitu.
Di jawab sama dia, “saya nggak ada sangkutan, saya
nggak ada utang sama orang, dan hak orang langsung saya bayar. Haknya
karyawan, hak vendor, dll langsung saya bayar. Nggak ada utang sama orang”.
Trus saya nyeletuk lagi, bukan sangkutan uang aja, mungkin sangkutan hati ama orang.
Dia tanya lagi, “Sangkutan hati apa maksudnya mas?”
Saya bilang kayak gini, “Mungkin mas punya dendam atau dengki ma orang lain”. Wah kata-kata ini kan
bisa jadi menyinggung sekali. Saya seolah-olah seperti menuduh dia
gitu. Tapi alhamdulillah, dia berpikir positif. Dia terdiam pas dia
denger saya ngomong kek gitu.
Besoknya lagi dia datang ke saya dan bilang, “Bener
mas, saya punya dendam sama tim saya. Jadi, ada tim saya yang
berkhianat dan berjalan sendiri, ini yang bikin saya susah luar biasa
selama bertahun-tahun. Jadi saya tidak membalas dendam sama dia, tetapi
terus terang hati saya ada dendam sama dia”, dia bilang kayak gitu.
Nah saya bilang, “Kalau mas mau rezekinya membaik,
ya udah lah plong kan saja hatinya, hilangkan dengki, dendam dan
dongkolnya”. Akhirnya dia ikut seminar saya dan ia lupakan semua dendam
itu. Beberapa bulan kemudian, dia nelpon saya lagi, dan kita ada
transaksi bisnis, nilainya ratusan juta. Dia nya transfer ke saya.
Saya bilang ma dia, “Mas, uang dari mana? Katanya kemarin proyeknya nggak jalan?”. Dia jawab “Mas Ippho, ternyata
proyek saya, yang sekian miliar itu sudah gol semuanya, setelah saya
melupakan soal dengki dan dendam tersebut dengan ikhlas. Ini luar biasa sekali menurut saya. Tidak menyangka efeknya luar biasa seperti itu. Ternyata itu beneran terjadi.
Jadi, saran saya. Misalnya kita punya partner trus dia nggak bener, maka putuskanlah hubungan, tetapi jangan dendam dan dengki.
Atau jika kita punya karyawan, ternyata kerjanya nggak bener, ya udah
pecat saja. Udah diingetin tetep nggak berubah, ya udah pecat aja. Tapi
jangan dengki dan dendam. Kalau kita dengki dan dendam ini akan
menghalangi rezeki kita.
Untuk kali ini, saya ditemani oleh seorang temen
saya, yang juga seorang trainer dan developer, juga seorang pemilik
umroh (travel umroh-pen). Mungkin temen-temen udah tahu, namanya Pak Nasrulllah.
Nasrullah :
Memang masalah dengki ini, Rasulullah aja udah
menyebutkan bahwa dengki itu menghapus semua amal. Mengapa sedemikian
hebatnya. Karena dia menghimpun semua potensi-potensi yang tidak positif, dia berarti negative thinking pada orang lain. Yang kedua, berarti dia negative feeling, artinya memendam perasaan negatif, yang ketiga dia negative motivation. Sementara, ketika seseorang positive thinking kita sama-sama tahu, bahwa ini bisa menarik sesutu. Syukur juga menarik sesuatu. Keikhlasan juga menarik sesuatu. Ketika dia negative thinking, negative feeling, dan negative motivation,
sebenarnya yang dia lakukan adalah membuang sesuatu. Nah membuang ini
kan juga energi. Tadi, mas Ippho menyebutkan nama itu aja di hati
perasaan udah nggak enak. Karena hati saja sebenarnya sudah menolak hal
itu. Dan itu letihnya luar biasa. Orang-orang yang memendam dengki, dendam, dan dongkol itu luar biasa letihnya. Hidupnya nggak tenang, hidupnya penuh kegelisahan. Lalu, apa manfaatnya?
Rasanya semua orang juga tahu, mereka bilang
“Memang sih saya juga paham ini nggak bagus sama saya, tapi gimana lagi
saya bener-bener dendam sama dia”. Mungkin disini diperlukan adanya sharing
dengan temen, juga melihat keadaan orang-orang yang bersyukur yang
ternyata ditambah rezekinya sama Allah. Karena sebenarnya ketika dengki
dengan orang lain, misalnya melihat orang lain yang mendapat rezeki,
membuat hati kita panas gitu, sebenarnya yang kita lakukan itu adalah sedang tidak bersyukur pada Yang Memberi Rezeki kepada orang lain.
Allah kan udah memberi rezeki sendiri pada kita. Yang harus kita
lakukan justru kita membacakan Al Fatihah. Ada orang lewat naik mobil,
kalau bisa bacain Al Fatihah pada dia, agar orang tersebut mendapat
rezeki yang lebih baik. Artinya kita ridho atas rezeki yang Allah
berikan pada orang lain. Dengan begitu, Allah akan berikan rezeki pada
kita…. Tanpa batas!! Nah sekarang ini yang menghalangi rezeki, tadi mas
Ippho sebutkan demikian, karena memang Yang Maha Memberi Rezeki juga akan memberikannya pada orang yang qualified gitu.
Terhadap rezeki orang lain aja dia mendengki, apalagi jika nanti dia
diberi rezeki. Bisa jadi, malah dia membenci rezekinya dia sendiri. Nah,
orang yang mendengki orang lain, akhirnya yang terjadi dia membenci dirinya sendiri. Betapa banyak orang yang tidak melihat potensi dirinya,
karena dia sebenarnya sedang tertutup dengan kedengkiannya terhadap
orang lain. Padahal dia mampu, dia hebat, dia bisa melakukan sesuatu.
tapi alamnya itu tertutup dengan kedengkian. Semau potensinya akan
tertutup. Ketika potensi sudah tertutup, maka rezeki pun akhirnya bisa tertutup.
Ippho:
Jadi ini pelajaran untuk kita semua. Begitu kita
dengki, pikiran tertutup nih, potensi juga ketutup, maka rezeki juga
akan tertutup. Belum lagi kalau kita omongin yang lain. Penyakit hati
menggugurkan amal, dll. Jadi mulai sekarang kita plong kan hati kita, mudah-mudahan plong juga rezeki kita.
Cukup sekian dulu sharing kita pada pagi hari ini, terima kasih atas perhatian temen-temen
Assalamualaykum warahmatulloh wabarakatuh
Selamat pagi temen-temen
Semoga berkah, berlimpah
________
Tulisan ini adalah hasil penyampaian dalam
bentuk tulisan dari sebuah Acara di Trans7, yaitu Pintu Rezeki.
Ditayangkan setiap Selasa dan Rabu pukul 04.50 - 05.00 WIB (06.50 -
07.00 WIT). Saya berusaha menuliskannya setiap episode untuk teman-teman
yang tidak sempat menonton karena barangkali masih di Masjid atau sudah
bersiap berangkat bekerja.














0 komentar