Ya kali ini saya akan menuliskan teori jodoh dari motivator idola saya , yaitu Ippho Santosa, meski saya juga belum dapat jodoh tapi Bismillah, moga dengan tulisan ini saya bisa mengispirasi Anda dan juga dapat doa serta keberkahannya.Jodoh itu di tangan Tuhan, iya memang benar jodoh itu ada
di tangan Tuhan dan akan tetap ditanggannya kalau kita tidak
menjemputnya. Sebenaranya jodoh itu sudah ada dan memang di tetapkan.
Makanya kata ustad yang jatuh dimata publik gara-gara
poligami pernah berkata ” jodoh itu sudah ada jadi tinggal
menjemputnya, bukan mencarinya kalau mencari belum tentu ada, jadi yang
benar adalah menjemputnya. Mirip dengan rezeki, bukan mencari rezeki
tapi menjemput rezeki “. Ya masih ingat Anda tentang konsep dari siapa
ini? Ya benar ini konsep dari Aa Gim. Lanjut, jadi jodoh itu sudah ada tinggal kita menjemputnya, nah untuk
menjemputnya itu ternyata perlu ilmu dan tekniknya, jadi kalau salah
terlalu cepat atau terlalu lama
menjemputnya juga pastinya jadi tidak benar, mirip seperti mengambil
buah mangga di pohonnya, kalau tidak tahu buah mangga yang matang malah
kita mengambil buah mangga yang masih pentil, atau jika terlalu lama
maka yang kita ambil itu buah yang busuk. Ya kira - kira seperti itu
logikanya. menjemput jodoh itu dengan memantsakan diri kita dihadapanNya, joodh itu cerminan diri kita
Dan ternyata dalam waktu beberapa bulan saja dia diketemukan dengan jodohnya, yang melakukan amal ini dan amal itu yang dia sepurnain dan dia istiqoamain. Dan 6 bulan kemudian si Ippho Santosa akhirnya menikah. Ingat yang diajarkan agama itu nikahnya bukan pestanya.
Jadi ilmu untuk menjemput jodoh adalah memantaskan diri di hadapanNya, bukan sibuk memantaskan diri di hadapan manusia. Kalau kita sibuk memantaskan diri dihadapan manusia maka kita juga akan mendapatkan jodoh yang sibuk memantaskan diri dihadapan manusia. Jodoh itu cerminan dari kita. Coba saja lihat orang yang mau menikah, biasanya beda pendidikanya, beda rezekinya tapi biasanya itu amal mereka itu sama atau hampir mirip. Dalam kitab sucinya itu dikatakan kira-kira begini ” yang baik - baik buat yang baik-baik, yang keji buat yang keji “.
Jadi bukan kita yang tidak ada jodoh tapi kita yang belum pantas ketemu jodoh kita, mungkin nilai kita masih 6 dan jodoh kita nilainya sudah 9 makanya kita belum dipertemukan. Ternyata bukan cuman dalam masalah pasangan hidup ini juga bisa ditarik dalam kehidupan bisnis dan kerja. Misalnya kita punya patner kerja 5 orang , kalau ke lima-limanya ini bermasalah semua kemungkinan kita sendiri yang bermasalah, tapi kalau dari kelima ini ada 1 yang bermasalah nah ini baru ujian.
Jadi kalau kita licik biasanya akan dipertemukan dengan orang yang licik juga, saat kita jujur bisa jadi kita juga akan dipertemukan dengan orang yang jujur juga. Tapi bisa saja tidak tapi itu pastinya dalam ujian atau kita yang berhati - hati.
Coba saja lihat orang yang ganya mirip ikhwan biasanya teman-temannya itu ustad, setengah ustad, pokoknya orang yang baik baik. Tapi kita juga bisa lihat orang yang gayanya preman, biasanya temannya itu juga memang prema dan setengah preman.
Ya aku juga pernah mengalami sendiri masalah ini, yaitu sekitar awal tahun 2012 aku dapat project pembuatan media pembelajaran yang bisa ku selesaikan dalam waktu 1 minggu dan dikerjakan dalam waktu luang tapi incomenya sama kaya income 1 bulan gaji diperusahaanku, dan waktu itu aku lagi belajar pasrah dan tulus eh ternyata clientku itu pasrah banget urusan layout dan flow programanya. Dan lucunya pembayarannya juga di masjid.
Jadi Tuhan hanya beri jodoh yang cocok buat kita, jadi pantaskanlah diri kita, perbaiki diri kita dihadapannya, karena untuk mengambil jodoh di tanganNya adalah dengan berbuat baik dan terus memperbaiki diri.
Mari kita bersama - sama memperbaiki diri , supaya kita diberi patner bisnis dan tim kerja yang baik juga tentunya juga jodoh , menantu, saudara ipar, mertua juga yang baik. Semua berawal dan melalui perjalanan memperbaiki diri.














0 komentar