Sebuah Blog yang memberi Motivasi, bisnis dan ilmu

Rabu, 25 Desember 2013

Menjemput Jodoh (Pasangan & Patner Bisnis)

Ya kali ini saya akan menuliskan teori jodoh dari motivator idola saya , yaitu Ippho Santosa, meski saya juga belum dapat jodoh tapi Bismillah, moga dengan tulisan ini saya bisa mengispirasi Anda dan juga dapat doa serta keberkahannya.Jodoh itu di tangan Tuhan, iya memang benar jodoh itu ada di tangan Tuhan dan akan tetap ditanggannya kalau kita tidak menjemputnya. Sebenaranya jodoh itu sudah ada dan memang di tetapkan. Makanya kata ustad yang jatuh dimata publik gara-gara poligami pernah berkata ” jodoh itu sudah ada jadi tinggal menjemputnya, bukan mencarinya kalau mencari belum tentu ada, jadi yang benar adalah menjemputnya. Mirip dengan rezeki, bukan mencari rezeki tapi menjemput rezeki “. Ya masih ingat Anda tentang konsep dari siapa ini? Ya benar ini konsep dari Aa Gim. Lanjut, jadi jodoh itu sudah ada tinggal kita menjemputnya, nah untuk menjemputnya itu ternyata perlu ilmu dan tekniknya, jadi kalau salah terlalu cepat atau terlalu lama menjemputnya juga pastinya jadi tidak benar, mirip seperti mengambil buah mangga di pohonnya, kalau tidak tahu buah mangga yang matang malah kita mengambil buah mangga yang masih pentil, atau jika terlalu lama maka yang kita ambil itu buah yang busuk. Ya kira - kira seperti itu logikanya. menjemput jodoh itu dengan memantsakan diri kita dihadapanNya, joodh itu cerminan diri kita
Ippho Santosa pernah bercerita tentang dirinya pribadi bagaimana menjemput jodohnya, iya ternyata orang seperti Ippho saja dulu pernah sampai segitunya menjemput jodoh, nyari sana, nyari sini, tanya sana tanya sini dan akhirnya tetap saja tidak ada yang cocok dan sreg dihatinya. Lalu si Ippho sadar dan sejenak intropeksi diri , dia pengen jodohnya melukan amal ini , amal itu. Tapi dia melihat dirinya ternyata masih belum itiqomah dalam amal ini, dan masih belum sempurna amal itu. Lalu dia segera memperbiaki amal yang belum baik dan meningkatkan amal yang belum dia tingkatin. Karena waktu itu ada beberapa amal yang ingin dia dapatkan dari pasangannya.
Dan ternyata dalam waktu beberapa bulan saja dia diketemukan dengan jodohnya, yang melakukan amal ini dan amal itu yang dia sepurnain dan dia istiqoamain. Dan 6 bulan kemudian si Ippho Santosa akhirnya menikah. Ingat yang diajarkan agama itu nikahnya bukan pestanya.
Jadi ilmu untuk menjemput  jodoh adalah memantaskan diri di hadapanNya, bukan sibuk memantaskan diri di hadapan manusia. Kalau kita sibuk memantaskan diri dihadapan manusia maka kita juga akan mendapatkan jodoh yang sibuk memantaskan diri dihadapan manusia.  Jodoh itu cerminan dari kita. Coba saja lihat orang yang mau menikah, biasanya beda pendidikanya, beda rezekinya tapi biasanya itu amal mereka itu sama atau hampir mirip. Dalam kitab sucinya itu dikatakan kira-kira begini ” yang baik - baik buat yang baik-baik, yang keji buat yang keji “.
Jadi bukan kita yang tidak ada jodoh tapi kita yang belum pantas ketemu jodoh kita, mungkin nilai kita masih 6 dan jodoh kita nilainya sudah 9 makanya kita belum dipertemukan. Ternyata bukan cuman dalam masalah pasangan hidup ini juga bisa ditarik dalam kehidupan bisnis dan kerja. Misalnya kita punya patner kerja 5 orang , kalau ke lima-limanya ini bermasalah semua kemungkinan kita sendiri yang bermasalah, tapi kalau dari kelima ini ada 1 yang bermasalah nah ini baru ujian.
Jadi kalau kita licik biasanya akan dipertemukan dengan orang yang licik juga, saat kita jujur bisa jadi kita juga akan dipertemukan dengan orang yang jujur juga. Tapi bisa saja tidak tapi itu pastinya dalam ujian atau kita yang berhati - hati.
Coba saja lihat orang yang ganya mirip ikhwan biasanya teman-temannya itu ustad, setengah ustad, pokoknya orang yang baik baik. Tapi kita juga bisa lihat orang yang gayanya preman, biasanya temannya itu juga memang prema dan setengah preman.
Ya aku juga pernah mengalami sendiri masalah ini, yaitu sekitar awal tahun 2012 aku dapat project pembuatan media pembelajaran yang bisa ku selesaikan dalam waktu 1 minggu dan dikerjakan dalam waktu luang tapi incomenya sama kaya income 1 bulan gaji diperusahaanku, dan waktu itu aku lagi belajar pasrah dan tulus eh ternyata clientku itu pasrah banget urusan layout dan flow programanya. Dan lucunya pembayarannya juga di masjid.
Jadi Tuhan hanya beri jodoh yang cocok buat kita, jadi pantaskanlah diri kita, perbaiki diri kita dihadapannya, karena untuk mengambil jodoh di tanganNya adalah dengan berbuat baik dan terus memperbaiki diri.
Mari kita bersama - sama memperbaiki diri , supaya kita diberi patner bisnis dan tim kerja  yang baik juga tentunya juga jodoh , menantu, saudara ipar, mertua juga yang baik. Semua berawal dan melalui perjalanan memperbaiki diri.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© BAROKAH BISNIS
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSS ∙ Comments RSS
Back to top